Memelihara Ular

February 1, 2012

“Ular kini telah menjadi salah satu exotic animal –satwa liar yang dipelihara sebagai pet animal—yang cukup populer di Tanah air. Namun, pemilik tetap perlu memerhatikan aspek keamanan dalam memelihara hewan ini. Meski cukup jinak, hewan ini tetap tidak kehilangan insting liarnya,” Demikian ditegaskan oleh Drh. Slamet Raharjo, MP.

tips pelihara ular

handling ular

 

Praktisi dokter hewan yang cukup banyak bergelut di bidang satwa liar ini menambahkan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi acuan keamanan memelihara ular maupun hewan eksotik lainnya, yaitu : pengenalan spesies, cara penanganan, serta cara meng-handling-nya.

Menurut Slamet, pengenalan spesies ular adalah hal pertama yang harus diketahui oleh orang yang ingin memelihara ular. Pengetahuan tentang ciri-ciri fisik ular yang berbahaya dan bagaimana perilakunya di alam liar, mutlak diperlukan. Sebagai contoh, bentuk kepala, keberadaan taring, dan pola warna tubuh, biasanya dapat dipakai sebagai acuan untuk pemelihara pemula, dalam menentukan spesies ular termasuk  golongan berbahaya atau tidak. Bagi hobiis ular yang telah berpengalaman, pengetahuan yang dimiliki akan kian detil hingga ciri-ciri fisik tiap spesies dan bahkan variasi yang dapat dihasilkan dari persilangannya.

Ciri lain yang harus diperhatikan adalah warna. Menurut Slamet, ular berbisa umumnya memiliki warna yang cerah dan berbatas jelas. “Meskipun tidak selalu benar, namun jika menemui ular yang wananya mencolok dan antara warna yang berdekatan nampak jelas pemisahnya, sebaiknya berhati-hati,” tegas Slamet. Sementara untuk keberadaan taring, tidak semua ular berbisa menampakkan taringnya. Seperti golongan Elapidae yang dapat melipat taringnya ke belakang (lihat gambar struktur tengkorak ular), dan golongan Colubridae yang posisi taringnya berada di belakang. Untuk melihatnya, tambah Slamet, harus membuka mulutnya terlebih dahulu. Namun karena tingkat risikonya  yang  cukup tinggi, hal ini sebaiknya dilakukan oleh pawangnya.

Jenis ular favorit

Dari sekian banyak jenis ular di alam (klasifikasinya dapat dilihat di tabel), menurut Slamet, tidak semuanya dipelihara sebagai hewan kesayangan. Ada beberapa jenis yang populer dipelihara dan bahkan telah sukses dikembangbiakkan oleh para hobiis. Sebut saja : Rosy boa, Boa constrictor, Royal phyton, Green anaconda, King snake, Corn snake, Garter, Rat snake, Piebald ball python, Rubber boa, Rainbow boa, Python reticulatus, Morelia spilota, Python curtus, dan Boiga dendrophyla, kini tengah ramai dipelihara oleh para hobiis.

Slamet mengingatkan, memelihara ular pun memiliki risiko berhadapan dengan hukum, terutama pada ular : Morelia/ Chondropython viridis, Python timorensis, dan Python molurus, yang telah dinyatakan termasuk dalam spesies yang dilindungi, berdasarkan Undang Undang  No. 7 Tahun 1999. Apabila berniat untuk memelihara ular semacam ini, sebaiknya telah mengantongi perizinan untuk memeliharanya.

Comments are closed.